MY LIFE IS TO OPEN MY BO(R)OK

Review buku:

Judul: “My Life is an Open Book”

Penulis: G. Lini Hanafiah

Apakah saya harus merasa beruntung karena dapat mengenal G. Lini Hanafiah sesaat sebelum membaca buku “My Life is an Open Book”? Atau malah sebaliknya, perjumpaanku dengan si penulis buku itu justeru mengurangi sensasi emosional yang semestinya bisa kureguk di setiap halaman bukunya?

Lini menulis layaknya sedang memegang kemudi bis kota rombeng jurusan Tanah Abang-Pasar Minggu. Jangan harap Anda bakal diberi kesempatan untuk sejenak senyum-senyum kecil sambil memelototi deretan karyawati seksi yang sedang menunggu bis di sepanjang jalan Gatot Soebroto. Anda cuma penumpang di bis yang dia kendarai. Anda cuma pembaca dari buku harian yang dia tulis. Biarkan saja Lini yang sopir itu mengumpat saat diperlakukan tidak adil oleh “polisi”di sepanjang perjalanan hidupnya. Dengarkan saja ocehan panjangnya dan jangan coba-coba Anda masuk apalagi memasukkan kata-kata sarkatisnya ke dalam benak Anda. Anda harus berada di luar Lini untuk bisa “menikmati” buku ini.

Kalau Anda melibatkan diri Anda dalam cerita di buku ini, niscaya Anda hanya memperoleh sensasi dangkal layaknya Anda membaca cerita serial semodel rubrik “Oh Mama Oh Papa”. Lini yang durhaka. Lini yang diperlakukan tidak adil oleh Mamanya. Lini yang orang brengsek dan akhirnya bertobat setelah menikah dan punya anak. Lini yang ceking karena dulu suka nyabu. Hemm, asyik ya kalau dulu sempat berteman dengan Lini, bisa menikmat vodka dan seks bebas bareng dia…

Membaca buku “My Life is an Open Book” menuntut Anda untuk keluar dari kotak perangkap justifikasi. Dear Mas Anang, go outside the box! begitulah tulisan tangan Lini di halaman depan khusus untuk saya. Ada juga tanda tangan plus simbol jantung cinta di atasnya. Yap! Hanya dengan keluar kotak, Anda akan bisa memeras sari-sari pesan yang tersembunyi di balik gerutuan Lini yang tak berkesudahan untuk mamanya. Sekian banyak borok yang bertebaran di seluruh sudut hati “mama” –begitulah Lini menyebut ibu (kandung?)nya- adalah pigura misterius tempat Anda mencari gambar-gambar nilai kemanusiaan seorang Lini.

Ada 251 halaman buku seukuran kotak martabak mini yang secara lugas berkisah tentang hidup penulis yang berangkat dari masa kecil yang tidak bahagia dan penuh tekanan. Penulis melalui masa remaja yang berandalan di jalanan dan hanyut di tengah gemerlap dunia kelam. Ia bertekad untuk bangkit dan menemukan turning point-nya. Mengubah keadaan dan hidupnya. Mengubah keyakinan yang harus dia peluk, termasuk menyisihkan pertanyaan anak siapa dia sebenarnya.

Lini adalah pencerita yang piawai. Kecerdasannya menulis, kenekatannya menggunakan kata-kata yang tidak feminim mengingatkan saya pada Salman-nya Ayu Utami (buat lini, silakan kalau mau ge-er. Gubraak!).  Kentara sekali betapa dia akan sangat fokus ketika sedang berceloteh, entah lewat buku atau saat ketemu langsung. Terbukti, ketika saya dan beberapa kawan bertemu dia secara langsung, dia bisa bercerita dengan penuh ekspresi sampai tidak tahu bahwa anak bungsunya telah meminum es buah dari gelas saya.

Apakah buku “My Life is an Open Book” adalah kisah sejati tentang perjalanan hidup si penulis? Itu terserah Anda untuk menarik kesimpulan. Sama seperti Anda pun boleh sesukanya mengaitkan Lupus dengan Hilman Harywijaya, Ikal dengan Andrea Hirata, dan Anang Y.B. (ehem..) dengan Pak Keling. Buku adalah sebuah karya seni, karya intelektual, curahan hati yang diproduksi dan harus dijual dengan baik agar tidak rugi. Banyak penulis tersenyum sendiri dan menikmati rasa penasaran pembaca yang terus bertanya, bener nggak sih kisah ini? Itu adalah berkah buat penulis lebih dari sekadar pembuat bukunya menjadi laris.

Hari ini (22/12) adalah hari ibu. Buku “My Life is an Open Book” bisa Anda ambil dan baca sebagai pengisi hari yang jarang dirayakan ini. Siapa tahu, buku ungu ini bisa menjadi “spion” bagi Anda untuk memutar ulang hari-hari Anda bersama ibu atau mama Anda. Entah hari-hari penuh kemesraan dan kemanjaan, ataukah hari-hari kelam dan menyebalkan seperti yang dialami Lini!

No related posts.

24 Responses to “MY LIFE IS TO OPEN MY BO(R)OK”

  1. Lini Says:

    Sebelum aku komentar, aku harus berjuang membebaskan diri dari siksaan untuk tertawa ini dulu.

    — 5 menit kemudian. Tarik napas dan tentunya dibuang lagi. –

    Jadi begini, Mas Keling. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk bikin Kartu Keluarga meskpin sempat 3 tahun “tidak diakui” di lingkungan. Tapi berhubung Keling yang sinting ketemu umat yang mbeling, maka kutub “negatif” ketemu kutub “negatif” jadi positif kan ya?

    Aku malah sibuk membayangkan bahwa si Lini itu gabungan sopir metro mini, pencerita sekaligus pedagang martabak mini yang biasanya dibayangkan orang berusia 50 tahunan, bertubuh gemuk, tinggi-besar.

    Daripada mbayangin sing mboten-mboten, mending bertindak realistis aja lah. Jabat tangan hangat ga cukup membayar urusan “gubrak” itu tadi. Jadi kuganti dengan peluk erat sebagai ganti rugi es buah yang diminum Si Bungsu. Gak perlu dikembalikan, aku ga butuh kembalian pelukan hangat.

  2. Admin Says:

    bahkan untuk nulis komentar pun engkau terlihat begitu tangguh.. (baca: babar blas ora feminim!)
    Senang bisa membuatmu ketawa di seputar hari pembaharauan janji perkawinanmu..
    damai di bumi.. damai dengan Danny!

  3. belajar toko online Says:

    wah sepertinya bagus nih buku!

  4. bee Says:

    BOROK…owww!!

  5. thiar thea Says:

    saya suka kisah-kisah nguedan kayak gini. mau beli ah

  6. freezipe Says:

    judulnya gak mudeng bro

  7. keluarga bahagia Says:

    jadi pingin baca bukunya. kisah nyata yach …

  8. agatha Says:

    kami melayani pinjaman dana 5 juta - 150juta syarat mudah. buruaan atuh pinjam ke kami.

  9. Berita Online Terkini Says:

    bukunya bagus, bikin penasaran…

  10. Baju Muslim Says:

    Mantap mas…Reviewnya renyah sekali kayak kripik singkong deket rumah..moga masih kebagian di Gramed..Mksh

  11. yudhi Says:

    makasih infonya mas, tak coba cari - cari lah…

  12. ahmad jais Says:

    bukunya bagus, bikin penasaran…

  13. Blogging Lifestyle Says:

    template blognya bagus :D i like this….

  14. Review dari Anang Yb – Bekasi Says:

    […] MY LIFE IS TO OPEN MY BO(R)OK […]

  15. Kuta Villas Says:

    si mas bikin penasarn aja…

  16. sharkyphoto Says:

    blog walking dari the shark. eh nemu blog keren.templetnya bagus.

  17. Catering Bali Says:

    dilihat dari reviewnya sih buku ini bagus, jadi pingin baca …

  18. iowa Says:

    Blog walking from iowa clean up. Thank for nice post.keep broo.

  19. Habibie Says:

    wah wahh,, book jadi borok..
    hhihii..

  20. gRosir Baju ANak Says:

    bikin penasaran neh

  21. 86 Says:

    Menarik, banti saya cari buku itu

  22. holliwood celebrity Says:

    nice your guys,

    first my visited from your blog.

    very good your writted.

  23. holliwood celebrity Says:

    nice your guys,

    first my visited from your blog.

    very good your writte

  24. holliwood celebrity Says:

    nice your guys,

    first my visited from your blog.

    very good your wri

Leave a Reply


PHP Error Message

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/a5497961/public_html/wp-content/themes/esther/footer.php on line 44