Beredar Buku “Sandal Jepit Gereja”

sandal jepit gereja

Dalam Struktur Gereja Katolik yang dahsyat dan dipelihara secara kukuh, posisi seorang ketua lingkungan berada di lapisan terendah, sedangkan Paus tentulah menempati struktur nun jauh diatas. Jadi andai diperkenankan berandai-andai, Paus pantaslah kita sebut sebagai “Mahkota Gereja”, sedangkan seorang ketua lingkungan di lapis dasar cukuplah menjadi… “Sandal Jepit Gereja”.

Melalui buku ini, Anda diajak masuk lebih dekat untuk menyelami persoalan-persoalan yang dihadapi umat beriman – yang bahkan Anda pun mungkin tidak membayangkan sebelumnya.

Buku ini ditulis dengan kalimat-kalimat jernih, ringan, dan jenaka. Namun dalam beberapa kisah kita –tanpa sadar- air mata kita akan menetes haru. Inilah kumpulan cerita inspiratif bernuansa Autokritik seputar hidup menggereja dari seorang ketua lingkungan. Buku ini disusun oleh penulis yang memang menjadi ketua lingkungan di Paroki St. Arnoldus Janssen, Bekasi.

Komentar yang sudah membaca buku ini:

Anselmus Selvus, SVD, Pastor paroki St. Arnoldus Janssen-Bekasi:
“Hal-hal kecil dalam hidup menggereja di kelompok basis bagaikan kerikil-kerikil tajam di jalan yang luput dari perhatian para pejalan kaki – baik yang bersandal jepit maupun yang tidak – namun sungguh menyakitkan bila terinjak. Demikian juga hal-hal sederhana dan riil yang dikisahkan dalam buku ini sungguh menyentak batin dan memberi inspirasi bagi setiap orang Katolik, terutama pelayan jemaat untuk mereformasi hidup iman dan pelayanannya.”

L. Indah M. Yulianti,Dosen di Universitas Atma Jaya Yogyakarta:
“Inilah sajian “reality show” yang betul-betul riil. Menyentuh, menggelitik bahkan kadang terasa menampar muka kita dengan cara sangat halus. Kisah-kisah sederhana dalam kehidupan nyata yang sering tak terperhatikan telah disusun dengan apik dan bahasa sederhana, menjadikan untaian kisah di buku ini layak dibaca oleh semua kalangan”

Buku Berisi kisah-kisah antara lain:
Menangislah Lektorku,
Selingkuhlah, Kau Kutunggu
Lupakan Sinterklas
Koin untuk Yesus
18 Jam Pertama Sejak Gempa Mengguncang
Bahkan Bunga Bakung pun Mengajariku
Keajaiban dari Sebuah Kalimat Positif.

11 x 17.5 cm; 224 hlm
Harga setelah diskon 10%: Rp. 24.750

Beli secara online di Toko Rohani OBOR klik http://www.obormedia.com/content/sandal-jepit-gereja

Related posts:

  1. Testimoni untuk buku “Sandal Jepit Gereja”
  2. Setelah kudapatkan teman seperjuangan di “Sandal Jepit Gereja”
  3. Panjikristo :Inspirasi Seorang Ketua Lingkungan
  4. Beredar Buku: “88 Mesin Uang di Internet”
  5. Menunggu Si Kembar Lahir

Tags:

13 Responses to “Beredar Buku “Sandal Jepit Gereja””

  1. mbah cyber Says:

    Nice blog friends

  2. Mengembalikan jati diri bangsa Says:

    semoga bukunya makin disukai oleh semua kalangan ya . . thanks

  3. mbah gendeng Says:

    emang salut am organisasi orang katolik n nasrani……… padahal mbah orang lahir dari keluarga islam……….

  4. translate indonesia inggirs Says:

    wah2. ada info baru nih

  5. Business ideas Says:

    More detail plz ….

  6. Afra Says:

    Mas Anang, judul buku mu yg ini mengingatkan saya tentang fenomena sandal jepit (betulan) yang juga meng gereja di gereja katholik.

    fenomena masyarakat katolik yang entah kenapa sepertinya cukup malas sekali untuk berdandan rapi dan pantas saat suci bertemu dengan sang penciptanya.

    dibandingkan dengan gereja kristen, para katolikers lebih terlihat asal2an memakai pakaian termasuk sandal jepitnya ;) apalagi anak2 muda nya…

    akan unik bila diangkat dalam sebuah buku, jadi rasa penasaran saya juga terjawab kenapa sandal jepit betulan juga turut hidup meng gereja hehhe

    salam penulis,
    afra

  7. Anang, yb Says:

    Hai Afra,
    Komentar Afra sungguh membuat saya kaget dan sadar. Emang bener itu.. dan konyolnya aku tidak aware soal itu.
    Okey deh aku coba tulis.. Thanks atas inspirasinya…

  8. dewa rock Says:

    yah,,,semua punya cara untuk mendekatkan diri dengan penciptanya

  9. G. Lini Hanafiah Says:

    Mas Anang,
    Aku udah kelar bacanya dan udah kutulis di http://lini.via-lattea.org/review-sandal-jepit-gereja.

    “Setelah membaca halaman terakhir buku ini, saya bersyukur menjadi orang sinting. Karena kalau tidak, saya terancam ikutan sinting akibat terinspirasi untuk melakukan hal-hal gila seperti dalam buku ini. Jika Anda masih waras dan normal, hati-hati kalau berakibat tertular sinting ikut-ikutan melakukan yang dilakukan Pak Keling.”

  10. Eko Budi R. Says:

    Pak Keling, bukunya bagus. cara penyampaiannya juga enak, menghibur sekaligus menyentuh. libur natal nanti mau saya pinjemin ibu saya di solo. pasti deh seneng. .

  11. Maria Lupiani Says:

    Gara-gara baca buku ini, saya jadi tau kalo Mas Anang adalah temennya Mas Anung. Gara-gara baca buku ini, saya jadi tau kalo Novi adalah adik ipar Mas Anang n akhirnya saya jadi kenal Mas Endi dan Onel yang lucu n nggemesin.
    Gara-gara baca buku ini, saya jadi punya tambahan stok crita kalo lagi ngumpul2 hehehe…saya senyum2 ndiri di bis, saya juga tersindir karna kadang juga jadi warga yg naif, saya juga terinspirasi untuk beberapa hal…bukunya oke banget, saya rekomendasikan ke para konco untuk dibaca…met natal!

  12. anang yb Says:

    @All: makasih banget berkenan memberi apresiasi pada buku sederhana saya ini :)
    @Eka budi: makasih banget.. keluarga di Solo juga ya..? Salam buat ibu di solo (mertua saya di solo juga lho)
    @Mbak Maria Lupiani: Wah jadi nyambung semua nih… Mas Anung adalah kakak kelas saya sekaligus teman sekantor isteri saya. Senang mendengar bahwa buku sederhana saya telah memberi sedikit inspirasi utk mbak.. Berkah dalem :)

  13. Valentine dan Gereja Says:

    […] kasus tertentu, mengajukan bantuan ke Gereja pun sulit. Anang YB dalam bukunya Sandal Jepit Gereja menceritakan seorang Bapak yang mengajukan bantuan dana untuk membayar uang sekolah anaknya yang […]

Leave a Reply


PHP Error Message

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/a5497961/public_html/wp-content/themes/esther/footer.php on line 44