Kartun Nabi Muhammad, Trafik Blog, dan Otak
Kartun Nabi Muhammad kembali jadi headline; tak cuma di media bertinta (koran) dan bergincu (TV), tapi juga di media penuh pulasan alias blog. Dan di media apa pun, berita buruk selalu menjadi berita baik. Berita buruk adalah kabar baik yang musti buru-buru ditulis, dikemas, bila perlu diulik sana-sini agar terus mendatangkan manfaat bagi pemilik media.
Pemuatan kartun nabi Muhammad di blog wordpress bisa jadi adalah upaya untuk mencari trafik yang tak lain adalah kembar siam dari yang namanya “rating” di dunia media televisi. Bila trafik sudah menjadi dewa yang selalu ditunggu-tunggu berkahnya, maka apa pun caranya bakal ditempuh, termasuk memuat kartun nabi Muhammad yang pastinya bakal mengundang kontroversi.
Saya sendiri tidak tertarik untuk mencari dan menelisik seperti apa konten blog di wordpress yang bikin heboh itu. Sebab yang seperti itu tak bakal bisa lenyap dan bakal muncul dan muncul lagi; dalam gaya yang berbeda; dengan sasaran yang berbeda pula.
Marah, memaki dan menghujat dan mengutuk mungkin adalah pilihan kita untuk melempar respon balik atas pemuatan kartun nabi Muhammad. Tersenyum kecil dan berusaha kalem dan tak emosional mungkin juga adalah pilihan lain yang perlu juga kita hormati. Atau berusaha kritis dan menduga-duga jangan-jangan ini adalah modus lama dari rezim untuk mengalihkan perhatian kita dari rupiah yang makin nista di bawah kaki dollar, industri ambruk, bank sekarat, dan PHK ribuan karyawan di banyak industri.
Saya sih, seperti yang lalu-lalu memilih untuk tidak mengumbar opini walau sejatinya saya punya pendapat pribadi atas hal ini. Tak semua yang nge-blink di hati harus dituangkan di blog dengan buru-buru. Lewatkan dulu di otak, agar hidup kita lebih beradab!
Dan kalaupun saya akhirnya menerima berkah dari topik kontroversial semacamĀ ini -seperti saat membuat posting tentang Fitna, Film anti islam- ya anggaplah itu sekadar berkah dari mbah google untuk blog saya ini.
Related posts:
Tags: blog

November 22nd, 2008 at 4:22 pm
Negeri kita kan negeri Kagetan..
Dilempar issue pengalih perhatian saja, rakyat bakal lupa akan issue sebelumnya. Jadilah negeri ini negeri berbalas issue…
November 22nd, 2008 at 4:24 pm
yap.. tak perlu responsif, semendidih apa pun darah kita atas kasus ini. Setuju?
November 22nd, 2008 at 4:39 pm
ia sich… tapi ga usalah di ungkit lagi. karena mungkin menurutku mengungkit hal ini juga merupakan upaya nembak keyword. kita cari ajalah keyword laen yang lebih pantas untuk dapatin trafik. Kalo kita mosting terus menerus, kita juga kan menjadi salah satu otak kontroversial. jadi biarlah hal ini cukup di satu sumber aja.
Salam kenal
November 24th, 2008 at 5:15 am
tapi bangsa kita dah terbukti lumayan beradab koq…buktinya kasus ini ditanggapi dengan kepala anget (dingin sih nggak tapi juga gak panas membabi buta)
November 24th, 2008 at 6:01 am
Kalau aku sih cari yang aman aman aja….. datengin trafik kan banyak cara….
November 28th, 2008 at 5:41 am
hi pak.. lama tak bertegur sapa.. makin sukses saja nich….
yah.. memang jika kita berkomentar mengenai hal yang satu ini, maka tidak akan ada habis2nya…
jadi tetap menjaga satu sama lain adalah bentuk penghargaan terhadap keyakinan yang berbeda
Sukses buat pak guru
July 28th, 2009 at 3:57 pm
Banyak jalan menuju Trafic Tinggi, salah satunya dengan ini kali ya
hehehehe