Kartun Nabi Muhammad kembali jadi headline; tak cuma di media bertinta (koran) dan bergincu (TV), tapi juga di media penuh pulasan alias blog. Dan di media apa pun, berita buruk selalu menjadi berita baik. Berita buruk adalah kabar baik yang musti buru-buru ditulis, dikemas, bila perlu diulik sana-sini agar terus mendatangkan manfaat bagi pemilik media.

Pemuatan kartun nabi Muhammad di blog wordpress bisa jadi adalah upaya untuk mencari trafik yang tak lain adalah kembar siam dari yang namanya “rating” di dunia media televisi. Bila trafik sudah menjadi dewa yang selalu ditunggu-tunggu berkahnya, maka apa pun caranya bakal ditempuh, termasuk memuat kartun nabi Muhammad yang pastinya bakal mengundang kontroversi.

Saya sendiri tidak tertarik untuk mencari dan menelisik seperti apa konten blog di wordpress yang bikin heboh itu. Sebab yang seperti itu tak bakal bisa lenyap dan bakal muncul dan muncul lagi; dalam gaya yang berbeda; dengan sasaran yang berbeda pula.

Marah, memaki dan menghujat dan mengutuk mungkin adalah pilihan kita untuk melempar respon balik atas pemuatan kartun nabi Muhammad. Tersenyum kecil dan berusaha kalem dan tak emosional mungkin juga adalah pilihan lain yang perlu juga kita hormati. Atau berusaha kritis dan menduga-duga jangan-jangan ini adalah modus lama dari rezim untuk mengalihkan perhatian kita dari rupiah yang makin nista di bawah kaki dollar, industri ambruk, bank sekarat, dan PHK ribuan karyawan di banyak industri.

Saya sih, seperti yang lalu-lalu memilih untuk tidak mengumbar opini walau sejatinya saya punya pendapat pribadi atas hal ini. Tak semua yang nge-blink di hati harus dituangkan di blog dengan buru-buru. Lewatkan dulu di otak, agar hidup kita lebih beradab!

Dan kalaupun saya akhirnya menerima berkah dari topik kontroversial semacam  ini -seperti saat membuat posting tentang Fitna, Film anti islam- ya anggaplah itu sekadar berkah dari mbah google untuk blog saya ini.

Related posts:

  1. Mengubah Blog ini Menjadi Do Follow