Archive for the ‘tips menulis’ Category

Memunggungi Dengan Kesan

Tuesday, March 9th, 2010

Ada akal-akalan cerdas yang digagas sebuah tabloid ekonomi beberapa tahun silam. Untuk mendongkrak tiras, tim pemasaran tabloid tersebut merancang sebuah rompi unik untuk para pengasong di jalanan. Jika dikenakan dan dilihat dari depan, rompi itu tak beda dengan rompi pengasong koran lain.

Looking back girlImage by p0psicle via Flickr

Tapi coba tengok saat pengasong memunggungi Anda. Hmm, ternyata di bagian punggung rompi itu dijahit semacam kantong plastik transparan selebar tabloid ekonomi tadi. Di tempat itu, satu ekspemplar tabloid ekonomi itu diselipkan. Unik, memikat, mengundang pemakai jalan untuk melirik sejenak saat pengasong memunggungi pemakai jalan. Ide cerdas memang. Di saat pemakai jalan cenderung melengos dan pura-pura tidak melihat koran yang diasong, maka menggoda mereka lewat punggung adalah ide pintar sebab kita pun cenderung untuk sejenak melirikkan mata sesaat setelah (more…)

Lowongan Kerja Wartawan Kompas-Gramedia Group

Friday, February 19th, 2010

Halo kawan,

Pagi ini saya dapat tembusan via email dari seorang kawan. Sebuah berita yang kali aja Anda tunggu-tunggu: Lowongan Wartawan! Minat untuk menjadi wartawan di kelompok Kompas Gramedia? Kalau pingin nyoba, silakan saja baca lowongan kerja wartawan berikut ini. Oy ya lowongan kerja wartawan ini baiknya Anda  cek dulu lah via telepon atau email yang tercantum.  Siapa tahu peluang kerja jadi wartawan ini sebentar lagi sudah berakhir atau cuma lelucon dari orang kurang kerjaan… Ups moga-moga nggak ya. Kan April mop masih lamaaa..

Selamat mencoba, kawan…….

Lowongan Kerja Wartawan Kompas-Gramedia Group

Kelompok Penerbit Koran Daerah-Kompas Gramedia, membuka kesempatan bagi tenaga kerja yang dinamis dan menyukai tantangan untuk berkarir sebagai: (more…)

Buku “88 Mesin Uang di Internet” Siap Cetak Ulang

Monday, February 15th, 2010
rachelImage by coreb via Flickr

Buku bertema bisnis online memang tidak ada matinya. Selalu muncul judul baru termasuk tentunya kegiatan cetak ulang untuk buku-buku yang sukses penjualannya.

Buku berjudul “88 Mesin Uang di Internet” yang diterbitkan oleh BEST Publisher termasuk yang diburu peminat buku di Indonesia. Di beberapa toko buku, stock buku ini telah menipis bahkan habis. Untuk memenuhi permintaan pembaca, penulis telah merancang edisi kedua yang lebih lengkap dan pasti lebih up to date.

Tunggu tanggal terbitnya ya..

Untuk Anda yang belum membaca buku cetakan pertama, jangan sedih. Kini Anda bisa membacanya GRATIS (more…)

MY LIFE IS TO OPEN MY BO(R)OK

Tuesday, December 22nd, 2009

Review buku:

Judul: “My Life is an Open Book”

Penulis: G. Lini Hanafiah

Apakah saya harus merasa beruntung karena dapat mengenal G. Lini Hanafiah sesaat sebelum membaca buku “My Life is an Open Book”? Atau malah sebaliknya, perjumpaanku dengan si penulis buku itu justeru mengurangi sensasi emosional yang semestinya bisa kureguk di setiap halaman bukunya?

Lini menulis layaknya sedang memegang kemudi bis kota rombeng jurusan Tanah Abang-Pasar Minggu. Jangan harap Anda bakal diberi kesempatan untuk sejenak senyum-senyum kecil sambil memelototi deretan karyawati seksi yang sedang menunggu bis di sepanjang jalan Gatot Soebroto. Anda cuma penumpang di bis yang dia kendarai. Anda cuma (more…)

Panjikristo :Inspirasi Seorang Ketua Lingkungan

Monday, November 30th, 2009
Gerai majalah BahauImage via Wikipedia

Sandal jepit acapkali diidentikkan dengan kesederhanaan, kerendah-hatian dan menjadi simbol orang kecil atau rakyat jelata. Bahkan dalam hirarki gereja Katolik, seorang ketua lingkungan sebenanya adalah sandal jepit.

Benarkah demikian? Bukankah seorang ketua iingkungan yang rajin, aktif dan peduli pada warganya bisa dikatakan lebih baik daripada seorang pastor yang acuh tak acuh pada umatnya? Seorang Ketua lingkungan bisa dikenal dan karya-karya nyatanya bersentuhan langsung dengan warga kelas bawah. Tanpa peran serta seorang ketua lingkungan, komunitas umat beriman dalam suatu teritori mungkin tidak akan pernah utuh. Padahal komunitas yang terpadu adalah tiang pancang sebuah gereja yang sesungguhnya.

Pengalaman sebagai Ketua Lingkungan mendorong Anang YB menulis “Sandal Jepit Gereja”. Dia mengandaikan ketua lingkungan sebagai pejabat tinggi yang paling rendah. Dia menyadarkan kita bahwa seorang ketua lingkungan bukan suatu jabatan sepele. Seorang ketua lingkungan bersinggungan langsung dengan unsur-unsur gereja paling kecil, yaitu umatnya. Dan tugas itu tidak bisa diabaikan begitu saja. “Sandal Jepit Gereja” mencubit kita, sehingga terbangun dan membika mata lebar-lebar bahwa mereka tidak bisa dipandang dengan sebelah mata.

Buku ini mengajak kita berefleksi dengan keadaan dan situasi serta perkembangan masa depan Gereja. Dalam buku ini dikisahkan bahwa akar pun dapat berfungsi lebih baik daripada rotan. Rotan yang tidak dipergunakan tidak ada artinya, dibandingkan akar yang berfungsi atau difungsikan. Sebuah akar, jika difungsikan dengan baik, akan lebih baik daripada rotan yang disimpan.

Seorang ketua Lingkungan pun kerap masuk daftar buruan para Calon Anggota Dewan. Ada saja ulah mereka untuk memohon agar sang Keling (ketua lingkungan) mempengaruhi warganya untuk memilih nama salah seorang caleg. Bagaimana sang tokoh menghadapi hal itu?

Kisah-kisah lainnya terkait hubungan dengan agama lain dalam suatu komunitas, menghadapi warga yang mantan pejabat dan susah diatur, bagaimana keraguan sang ketua Lingkungan untuk memenuhi harapan gereja terhadapnya, serta pengorbanan yang harus dilakukannya.

Sandal Jepit laksana kumpulan reality show yang inspiratif dari seorang ketua lingkungan tentang hidup menggereja yang dibukukan. (panjikristo)

Sumber: Majalah Hidup 29 November 2009

Reblog this post [with Zemanta]

Beredar Buku “Sandal Jepit Gereja”

Monday, August 31st, 2009

sandal jepit gereja

Dalam Struktur Gereja Katolik yang dahsyat dan dipelihara secara kukuh, posisi seorang ketua lingkungan berada di lapisan terendah, sedangkan Paus tentulah menempati struktur nun jauh diatas. Jadi andai diperkenankan berandai-andai, Paus pantaslah kita sebut sebagai “Mahkota Gereja”, sedangkan seorang ketua lingkungan di lapis dasar cukuplah menjadi… “Sandal Jepit Gereja”.

Melalui buku ini, Anda diajak masuk lebih dekat untuk menyelami persoalan-persoalan yang dihadapi umat beriman – yang bahkan Anda pun mungkin tidak membayangkan sebelumnya.

Buku ini ditulis dengan kalimat-kalimat jernih, ringan, dan jenaka. Namun dalam beberapa kisah kita –tanpa sadar- air mata kita akan menetes haru. Inilah kumpulan cerita inspiratif bernuansa Autokritik (more…)


PHP Error Message

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/a5497961/public_html/wp-content/themes/esther/footer.php on line 44