Panjikristo :Inspirasi Seorang Ketua Lingkungan
Monday, November 30th, 2009Sandal jepit acapkali diidentikkan dengan kesederhanaan, kerendah-hatian dan menjadi simbol orang kecil atau rakyat jelata. Bahkan dalam hirarki gereja Katolik, seorang ketua lingkungan sebenanya adalah sandal jepit.
Benarkah demikian? Bukankah seorang ketua iingkungan yang rajin, aktif dan peduli pada warganya bisa dikatakan lebih baik daripada seorang pastor yang acuh tak acuh pada umatnya? Seorang Ketua lingkungan bisa dikenal dan karya-karya nyatanya bersentuhan langsung dengan warga kelas bawah. Tanpa peran serta seorang ketua lingkungan, komunitas umat beriman dalam suatu teritori mungkin tidak akan pernah utuh. Padahal komunitas yang terpadu adalah tiang pancang sebuah gereja yang sesungguhnya.
Pengalaman sebagai Ketua Lingkungan mendorong Anang YB menulis “Sandal Jepit Gereja”. Dia mengandaikan ketua lingkungan sebagai pejabat tinggi yang paling rendah. Dia menyadarkan kita bahwa seorang ketua lingkungan bukan suatu jabatan sepele. Seorang ketua lingkungan bersinggungan langsung dengan unsur-unsur gereja paling kecil, yaitu umatnya. Dan tugas itu tidak bisa diabaikan begitu saja. “Sandal Jepit Gereja” mencubit kita, sehingga terbangun dan membika mata lebar-lebar bahwa mereka tidak bisa dipandang dengan sebelah mata.
Buku ini mengajak kita berefleksi dengan keadaan dan situasi serta perkembangan masa depan Gereja. Dalam buku ini dikisahkan bahwa akar pun dapat berfungsi lebih baik daripada rotan. Rotan yang tidak dipergunakan tidak ada artinya, dibandingkan akar yang berfungsi atau difungsikan. Sebuah akar, jika difungsikan dengan baik, akan lebih baik daripada rotan yang disimpan.
Seorang ketua Lingkungan pun kerap masuk daftar buruan para Calon Anggota Dewan. Ada saja ulah mereka untuk memohon agar sang Keling (ketua lingkungan) mempengaruhi warganya untuk memilih nama salah seorang caleg. Bagaimana sang tokoh menghadapi hal itu?
Kisah-kisah lainnya terkait hubungan dengan agama lain dalam suatu komunitas, menghadapi warga yang mantan pejabat dan susah diatur, bagaimana keraguan sang ketua Lingkungan untuk memenuhi harapan gereja terhadapnya, serta pengorbanan yang harus dilakukannya.
Sandal Jepit laksana kumpulan reality show yang inspiratif dari seorang ketua lingkungan tentang hidup menggereja yang dibukukan. (panjikristo)
Sumber: Majalah Hidup 29 November 2009

![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=169bdb4a-81f8-418e-ba83-a688cd08c9e6)
