Bila kau yakin bahwa manusia itu unik, mengapa pula kantongmu masih penuh dengan stempel ?
Hari mulai merambat petang, suara mesin diesel beradu keras dengan pekik satwa nun di dalam hutan sana. Kami tidak jadi memasang tenda. Danton menawari kami untuk menginap di barak. Danton (komandan peleton) yang satu ini masih muda. Barusan naik pangkat. Pantas saja sewaktu kami singgah, sekitar jam 10 pagi, matanya masih merah.
“kami barusan bangun. Semalaman begadang. Beberapa anggota naik pangkat.” Tuturnya merendah. Padahal satu diantara yang naik pangkat adalah dia juga. Barak yang mereka tawarkan kepada kami terletak di belakang Pos Tentara Terpadu Indonesia-Malaysia Simanggaris, sekitar 700 meter dari garis batas kedua negara, di ujung Kalimantan sana.
Di sekitar lokasi inilah tim kami datang untuk mencari lokasi dan berencana membuat disain tata ruang pos lintas batas darat plus fasiltas pendukungnya. Tadinya kami kira kami harus membuat tenda di tengah hutan, nyatanya ada danton yang baik.
(more…)